Jumat, 22 Februari 2013

Contoh karya ilmiah tentang budidaya

contoh karya ilmiah tentang budidaya jamur

contoh karya ilmiah tentang budidaya jamur

Contoh karya ilmiah tentang budidaya - Berikut ini adalah beberapa Contoh karya ilmiah tentang budidaya yaitu Durian Monthong

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Penulisan karya tulis yang berjudul “Budidaya Durian Monthong” ini dilatar belakangi oleh keinginan penulis untuk memaparkan lebih mendalam bagaimana cara membudidayakan Durian Monthong dapat dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat dan untuk meningkatkan kualitas pertanian durian di seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia.

B. PERUMUSAN MASALAH

Penulis ingin mengetahui bagaimana membudidayakan Durian Monthong dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat umum berdasarkan judul karya tulisan ini, penulis bermaksud memaparkan dan memberikan pengetahuan tentang budidaya Durian Monthong.

Berdasarkan urian diatas perumusan masalah dalam karya tulis yang sering timbul adalah sebagai berikut :

1) Bagaimana syarat tanaman durian yang optimal ?
2) Bagaiaman penyiapan benih dan lahan pertanian yang baik ?
3) Bagaimana pemeliharaan tanaman durian Monthong yang baik ?
4) Bagaiamana cara pengendalian Hama dan Penyakit tanaman durian Monthong ?
5) Bagaiamana hasil panen durian Monthong ?

C. TUJUAN PENULISAN

Secara khusus
Adapun tujuan penulisan katrya ilmiah ini pada khususnya bertujuan untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia SMA N I Sigaluh tahun pelajaran 2008 / 2009.

Secara Khusus
Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini pada umumnya bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang membudidayakan Durian Masyarakat umum.

D. MANFAAT PENILITIAN

Manfaat dari penelitian / penyusunan karya ilmiah yang berjudul “BUDIDAYA DURIAN MONTHONG”
a. Bagi siswa yang bersangkutan dapat mengetahui lebih lanjut lagi tentang membudidayakan tanaman durian monthong.
b. Bagi teman-teman supaya dapat memberitahukan kepada pembaca tentang cara membudidayakan tanaman durian monthong.
c. Bagi sekolah supaya sekolah mengetahui lebih dalam tentang biudidaya tanaman durian monthong.
d. Pemerintah supaya mengetahui teknik budidaya tanaman durian monthong.

E. SISTEMATIKA PENULISAN

Dalam penulisan karya ilmiah ini disusun antara lain dengan urutan sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan, dalam Bab I Pendahuluan memuat antara lain, Latar Belakang Pembuatan Karya Ilmiah, perumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Manfaat Penelitian dan Sistematika Penulisan.

BAB II

A. DISKRIPSI KEPUSTAKAAN

Budidaya merupakan pelestarian atau pengembangan durian untuk sebagai dagang ataupun sekedar hobbi.
Pelestairan atau pengembangan tanaman ataupun peternakan, pertanian, dan perikanan untuk sekedar penyaluran hobbi.

BAB III

PEMBAHASAN

Syarat Tumbuhnya Durian Monthong

Tanaman durian tumbuh optimal pada ketinggian 50-600 diatas permukaan air laut, tanah yang cocok adalam lempung berpasir, subur dan banyak mengandung bahan organic, dan H 6-7 janis tanah yang cocok adalah letosol,podosolik atau andosol.

Tanah yang bertekstur berat, seperti tanah laut kurang bagus untuk tanaman durian, karena pengeringannya sangat sulit terutama pada musim hujan. Pada musim kemarau tanah laut akan mengeras dan susah menyerap air sehingga tanaman akan kekurangan air dan pertumbuhan akan terganggu. Sebalilknya pada tanah berpasir juga kurang bagus karena buah yang dihasilkan rasanya kurang manis. Kedalaman air tanah yang dikehendaki adalah 50-33 cm, karena akar tanaman durian dapat menembus tanah sampai kedalaman 3 m, tanah yang dangkal akan mengganggu perakaran tanaman durian, dan banyak akar yang membusuk karena terganggu air.

Curah hujan ideal pertumbuhan durian adalah 1.500-2.500 mm pertahun dengan 3-4 bulan / tahun untuk merangsang pertumbuhan dengan intensitas cahaya 40-50 % dengan suhu 22-30 0 C

Varietas Unggul

Sekarang ini tersedia cukup banyak varietas unggul durian, baik yang berasal dari Indonesia, maupun dari luar negeri seperti Thailand dan Malaysia. Pemerintah indonesia melelaui Menteri Pertanian telah mengesahkan sekitar 4 varietas atau kultur durian unggul asal Indonesia. Dalam karya ilmiah ini kami memilih durian Monthong sebagai tanaman budidaya :

Durian Monthong

Berasal dari Thailand merupakan tanaman genjah maupun berproduksi pada umur 4-5 tahun dengan bibit sambungan pucuk, produksi buah cukup banyak, bentuk buah bervariasi, dari bulat panjang sampai hampir persegi, bobot bisa sampai 6 kg/buah, daging buah berwarna kucing emas, atau krem, sangat tebal, manis, aroma harum sedang, mampu beradaptasi pada berbagai kondisi sayangnya peka penyakit Phythoptora sp.

Penyiapan Benih dan Penyiapan Lahan Pertanian

A. PENYIAPAN BENIH

Perkembangan tanaman durian dilakukan dengan tida cara yuaitu :

1) Secara generatif dengan menggunakan biji
2) Secara vegertatif. Menggunakan cangkok, setek dan merunduk dan
3) Perkembangan campuran antara generatif dan vegetatif, batang bawah diperbanyak dengan bibit dan kemudian disambung atau diokulasi dengan batang tunas.

Perbanyakan durian sangat dianjurkan untuk menggunakan lebih dari perbanyakan secara campuran cara generatif dan vegetatif, yakni menggunakan biji untuk batang bawah dan disambung atau diokulasi dengan batang atas yang baik dan unggul.

Memilih bibit dianjurkan membeli bibit dari pedagang, petani yang sudah memiliki kreadibilitas dan memiliki pohon induk sendiri yang telah mendapat sertifikat dari Departemen Pertanian. Lalu pilih yang baik dengan ciri-ciri diantaranya. Batang kokoh, subur, egar, sehat, daun banyak, bebas hama dan penyakit, memiliki percabangan 2-4 arah.

Bila akan melakukan sendiri pembibitan dengan biji, maka biji diselesaikan dengan mengambil biji yang benar-benar tua, biji sempurna, bentuk ragam, tidak terlalu kecil, tidak kempes, bebas hama, dan tidak luka. Selanjutnya biji dipisahkan dari dagingnya, kemudian disimpan sekitar satu mingguan untuk mengistirahtkan biji dari pertumbuhan. Biji yang sudah disimpan kemudian diseleksi lagi dengan cara memaukan ke dalam air dan hanya biji yang tenggelam yang ditanam untuk bibit.

B. PENYIAPAN LAHAN PERTANAMAN

Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tumbuhan dan gulma dengan cara mekanis atau kimiawai, tetapi dapat pula dilakukan dengan penanaman tanaman penutup tanah. Pembukaan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau, sehingga pada awal musim hujan sudah bisa dilakukan penanaman

Bila kondisi kurang miring, perlu dibuat terasering dan pada lahan datar yang luas dibuat saluran pembuangan air. Kemudian dilakukan pengairan dengan jarak tanam yang umum 8 x 12 m atau 20 x 10 m, selanjutnya pembuatan lubang tanam ukuran 50 x 50 x 50 cm, Pisahkan tanah bagian atas dengan bagian atas dicampur dengan pupuk kandang matang 20 kg + 5 gr Natural GL 10 + 10 kg Dolomit sampai rata sebagai media tanam, kemudian masukan campuran tersebut ke dalam lubang tanam dan biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam, kemudian masukan campuran tersebut ke dalam lubang tanam dan biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam.

PENANAMAN

Penanaman yang ideal pada musim hujan pengaturan jarak tanam lebih ditujukan pada pertanaman durian skala besar atau pada kebun yang luas. Jarak tanam yang digunakan bervariasi tergantung pada varietas, kesuburan tanah dan kondisi lokasi pertanaman jarak tanam untuk durian varietas monthong jarak tanam yang umum digunakan adalah 8 x 12 m atau 10 x 10 m. Selain jarak tanam yang penting juga adalah pola penanaman perlu diatur agar kebun kelihatan rapi dan teratur pengaturan pola tanam pada umumnya dikenal ada dua :

1) Pola Bujur Sangkar
2) Pola Segitiga

Pembuatan lubang tanam untuk penanaman durian pada umumnya dibuat dengan ukuran 30 cm2. Tetapi pada tanah yang bertekstur berat perlu lubang yang berukuran lebih besar, biasanya dibuat sampai ukuran 100 cm2. Pada waktu dilakukan penggalian lubang, sebaiknya tanah galian bagian atas yang subur dipisahkan dengan bagian bawah yang kurang subur. Tanah bagian atas nantinya dicampur dengan pupuk kandang dan digunakan untuk menimbun lubang sebagai media tanam.

Penanaman dilakukan dengan cara bibit dan buka plastic pembungkus tanah secara hati-hati. Tanam bibit sebatas leher akar tanpa meningkatkan batangnya. Siram air secukupunya setelah selesai tanam. Akan lebih baik ditambah pupuk organik SUPERNASA dosis 1 botol untuk sekitar 200 tanam setiap 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter ml larutan induk lalu siramkan setiap pohon atau siramkan SUPERNASA 1 sendok makan/10 liter air/pohon.

PEMELIHARAAN

A. PENGAIRAN

Pengertian dilakukan sejak awal pertumbuhan sampai tanam berproduksi. Pada waktu berbunga, penyiraman dikurangi penyiraman paling baik pada pagi hari. Pada perkebunan durian komersial secara intensif seperti dilakukan di Thailand, system pengairan bisa berupa saluran irigasi, atau saluran pengairan intensif menggunakan pipa-pipa,kran dan springkler yang menyebar diselurh areal kebun.

B. PEMANGKASAN

Pemangkasan dilakukan terhadap tunas-tunas air, cabang atau rantingnya yang sudah mati dan terserang hama penyakit, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Pemangkasan juga ditujukan untuk membentuk tanaman mencapai ketinggian tertentu 4-5 m pucuk tanaman dipangkas.

C. PEMUPUKAN

Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk organik. Dosis dan jenis pupuk tergantung pada jenis dan kesuburan tanah atau sesuai rekomendasi setempat pemupukan sejak awal pertumbuhan sampai tahun ke – 3 dengan pupuk NPK yang kadar N tinggi, waktu pemupukan pupuk kandang sekali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Sedangkan pupuk makro sesuai dengan umur tanaman. Caranya dengan menaburkan memutar sesuai dengan lebar pendeknya tajuk tanaman.

Dosis pupuk kandang yang dianjurkan tergantung umur tanaman, misalnya 50 kg / pohon ( umur 1 tahun ), 70 kg / pohon ( umur 2 tahun ), setiap tahun dosis di tingkatkan hingga mencapai 300 kg / pohon pada umur 10 tahun. Sedangkan pupuk anorganik dianjurkan menggunakan NPK 15 – 15 – 15, NPK 16 – 16 -16 – TE ( trace element ), NPK 12 – 34 – 12.

D. MERANGSANG PERTUMBUHAN BUNGA

Pertumbuhan bunga pada tanaman durian dapat dirangsang selain dengan penggunaan pupuk NPK, juga dapat dilakukan dengan memberikan hormon tertentu seperti yang dilakukan di Malaysia dan Thailand. Zat yang bisa di berikan antara lain adalah : Paclobutrasol, zat ini sebenarnya menghambat pertumbuhan daun dan merangsang pertumbuhan bunga. Karena itu bila di berikan secara tepat juga bisa meningkatkan produksi durian.

E. PERAWATAN BUAH

Untuk mendapatkan buah durian yang baik, maka perlu dilakukan pengaturan buah dengan menyeleksi buah yang akan di biarkan berkembang. Penyeleksian buah dilakukan setelah buah durian berdiameter 5 cm. Diseleksi dan disisikanhanya 2 buah terbaik dan buah yang tidak sempurna, atau berukuran terlalu kecil atau terserang hama di buang, selanjutnya dua buah yang disisikan diseleksi lagi dan di sisakan 1 buah.

Dompolan buah yang terlalu berdekatan juga dibuang salah satunya karena akan menyebabkan bentuk buah tidak sempurna karena saling bersentuhan jarak ideal antara buah yang satu dengan yang lainnya adalah 30 cm.

F. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Hama – hama penting tanaman durian diantaranya adalah :

1. Penggerek Batang ( Batocera nominator, xyleutes leuconotus, dan zauzera coffeae ).

Kerusakan : menyerang dengan cara membuat lubang pada batang, dahan, atau ranting tanaman durian. Serangannya di tandai dengan kotoran dan cairan berwarna merah dari bekas kayu yang di makan oleh penggerek tersebut, akibatnya tanaman menjadi layu, daun – daun menjadi kering dan rontok akhirnya tanaman bisa mengalami kematian.

Pengendalian :

a. Menjaga sanitasi kebun
b. Menutup bekal lubang penggerek dengan kapas yang sudah di beri insektisida sismetik.
c. Memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang.
d. Meninjeksi tanaman dengan insektisida sismetik melalui akar atau dahan.

2. Penggerak Buah ( Tirathaba ruptilinea, hypoperigea leprosticta, dan Dacus dorsalis )

Kerusakan : menyebabkan buah menjadi busuk dan kerulat dan akhirnya rontok, buah yang terserang umumnya tidak bisa di makan. Tirathaba ruptilineaemerusak dengan melubangi kulit durian sampai daging dan bijinya. Hypoperigea Leprosticta melubangi buah durian untuk mencari makan sehingga buah busuk dan rontok, dan Dacus dorsalis menyerang buah durian dengan cara menyuntikan telurnya ke dalam kulit buah sehingga menyebabkan kebusukan dan kerontokan.

Pengendalian :

a. Menyemprotkan Insektisida sisitemik sejak buah berumur satu minggu dengan dosis dan interval sesuai petunjuk di kemasan.
b. Menggunakan perangkap yang berbahan aktif methyl eugenol seperti M – antraktan.

G. PANEN DAN PASCA PANEN

A. PANEN

Waktu panen berbeda tergantung jenis varietas.jenis monthong sekitar 125 – 135 hari setelah mekar. Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna setelah empat bulan setelah mekar. Waktu petik berdasar tanda – tanda fisik, missal ujung dari coklat tua, garis – garis di antara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokan, ruas-ruas tangkai buah membesar, baunya harum, terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul. Cara penen dengan memetik atau memotong buah dipohon dengan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena mengurangi kualitas buah.

B. PASCA PANEN

Setelah pemetikan selesai, buah dicucui dengan air untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada kulit buah. Kemudian dianjurakan untuk menyelupkan buah kedalam larut fungsisida atau O-ethyl phosponate untuk menghindari pembusuan karena serangan phythopthora sp, lalu buah diangin-anginkan bila buah ditujukan untuk pemasaran jarak jauh atau ekspor, perlu juga melakukan sortasi dengan mengelompokkan buah berdasarkan mutu kelasnya, Kemudian buah dimasukkan kedalam 3-5 buah, dengan berat sekitar 12 kg.

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan penilitian dan penjelasan diatas, penyusun menyimpulkan bahwa pembudidayaan durian monthong tidaklah begitu sulit. Bila kita dapat mengetahui bagaimana cara penanaman yang baik pasti dapat menghasilkan buah yang optimal dan kita pun dapat meningkatkan produksi buah dalam negeri.

B. SARAN-SARAN

Sebagai warga yang baik hendaklah kita mau melestarikan dan membudidayakan tanaman yang baik untuk menambah produktifitas buah dalam negeri. Jika mau berusaha ada kemauan dan ketekunan dalam membudidayakan suatu tanaman pasti hasilnya akan baik.
source: perkuliahan.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More